Jilbab di Seoul

Sabtu, 07 April 2018




"Where are you going?" Dengan senyum mengembang, rambut bercat merah, seorang kakek bermata sipit bertanya pada kami. Saya dan dua orang teman saya terdiam. Kami yang saat itu sedang membaca petunjuk arah subway menuju Itaewon, saling berpandangan. Melihat kami yang bingung, kakek tersebut bertanya kembali,

 "Where are you going? I can help you"

Oalah, kebingungan kami hilang seketika. Kakek ini berniat menolong toh. Jika orang melihat kami memang seperti anak yang kehilangan induknya. Sore itu, stasiun subway Sookmyung Women's University ramai dengan lalu-lalang orang yang mengantri di jalur menunggu subway. Kami yang baru sampai Seoul pada pagi harinya, terbata-bata membaca petunjuk jalur subway. Sebenarnya petunjuk arah subway di Seoul itu terpampang jelas dengan bahasa Korea memakai Hangeul disertai translatenya dalam bahasa Inggris. Seluruhnya juga dilengkapi dengan nomor stasiun subway, nomor line, dan warna line. Hanya saja bagi kami yang baru bepergian ke Seoul tidak terbiasa dan takut salah, karena jika diperhatikan setiap stasiun subway selalu memiliki dua arah berlawanan. Kami takut jika kami menaiki subway menuju arah sebaliknya dari tujuan kami.