Place on Bucket List

Rabu, 28 November 2018



Berbicara tempat yang ingin dikunjungi bagiku, sama aja kayak nanya pengen makan apa hari ini. Saking bingungnya untuk menjawab karena banyaknya menu yang diinginkan. Beberapa tempat yang masih masuk bucket list selalu aku aminkan dalam hati, karena percaya atau tidak ujaran dalam hati adalah doa. Sekitar tahun 2013 aku pernah berbicara pada diriku sendiri, jika aku berhasil mempunyai pendapat sendiri, aku ingin mengunjungi Korea Selatan. Dan voila! Tahun 2017 aku berhasil ke sana. Orang bilang mungkin jika berdoa, berdoalah yang spesifik. Sama halnya saat berujar tentang keinginan, berujarlah yang spesifik. Karena ada tangan Tuhan yang bekerja. Jadi, ini dia beberapa tempat yang masih sering kuujarkan:




1. Turki
Turki dan Cappadocia selalu membuatku mengalami sensasi ingin terbang. Segitunya. Entah kenapa negara cantik satu ini berhasil membuat dia menjadi target nomor satu di tahun depan

2. Lombok
Tahun 2018 seharusnya tempat ini sudah dikunjungi, hanya saja bencana alam yang mengguncang Lombok membuat kami menunda perjalanan ke sana. Well, apa yang dicari di Lombok? Kayaknya nggak usah dikasih tahu lagi, tentu saja tempat-tempat ciamik bernuansa alam. Sebut saja Gunung Rinjani atau Gili Trawangan. 

3. Belanda
Bukan perihal kincir angin yang menarik minatku ke sana, tapi lebih ke nilai sejarah yang Indonesia punya dengan Belanda. Kudengar beberapa barang-barang bersejarah Indonesia ada di sana, aku berharap bisa berkunjung ke sana untuk menelusuri sesuatu berbau masa lalu.

4. Jepang
Musim semi dengan Sakura bermekaran di Jepang jadi pemandangan yang worth it seumur hidup tentunya, kan?

5. Khatmandu
Aku ingin berkunjung ke Khatmandu karena suasana keagamaannya. Aku ingin mengeksplor beberapa kebudayaan di sana juga.


Itu lima tempat dalam bucket list ku, kalau kamu Aang?


Jika Saya Bertemu Pangeran Cilik

Selasa, 27 November 2018

Source: Canva



Don't judge a book by its cover or maybe don't judge a book by its genre. Saya menyukai buku-buku percintaan atau romance, kadang saya membaca buku fantasi, dan seringnya membeli buku-buku sastra yang tak sanggup saya habiskan dalam sekali duduk. Jarang sekali saya membaca buku anak-anak, sekalinya membaca buku anak-anak selalu memberi kesan yang menggugah. Beberapa tahun ke belakang, pernah ada buku favorit tentang seorang boneka kelinci dari porcelain yang dibuang pemiliknya dan memulai perjalanannya memahami cinta, kesedihan, dan kehilangan. Pada akhirnya si kelinci menjumpai cintanya setelah berpetualang jauh dan bertahun-tahun.The Miraculous Journey of Edward Tulane.  Kisahnya sederhana tapi benar-benar bermakna. Satu hal yang umumnya selalu ada dalam buku anak-anak adalah petualangan. Dan kisah mereka tak pernah lekang oleh waktu, menembus berbagai lapisan usia. Ada saja satu-dua dan banyak kisah yang dapat dinikmati dari mereka. Anak-anak. Begitu pun di buku Pangeran Cilik karya Anoine De Saint-Exupery.

Aku yang terdampar di sebuah gurun dengan pesawat yang rusak, kembali mengingat masa kecilnya yang senang menggambar dan mungkin bisa memiliki karir sebagai pelukis andai saja para orang dewasa melihat gambar dari kaca mata Aku yang berumur enam tahun.
Orang dewasa memberi aku nasihat agar mengesampingkan gambar ular sanca dan terbuka atau tertutup, dan lebih memperhatikan ilmu bumi, sejarah, ilmu hitung, dan tata bahasa. Demikianlah, pada umur enam tahun, aku meninggalkan sebuah karier cemerlang sebagai penulis.
Satu hal yang anak-anak pahami dari orang dewasa,
Orang dewasa tidak pernah mengerti apa-apa sendiri, maka sungguh menjemukan bagi anak-anak, perlu memberi penjelasan terus-menerus.

Saat saya membaca buku ini, saya merasa Pangeran Cilik memiliki lebih pengalaman dibandingkan saya. Dengan pertanyaan lugunya dan kalimat-kalimat sederhana yang ia ucapkan seringnya membuat saya sadar telah kehilangan apa saya selama ini. Berkaca pada Pangeran Cilik si anak kecil yang memahami ornag-orang dewasa adakalanya saya butuh merenung untuk paham bahwa ada hal-hal yang baiknya tak dilepaskan karena saya tumbuh dewasa. Tumbuh dewasa bukan berarti menghilangkan niat baik untuk berubah ke arah lebih baik.

Jika saja aku bertemu Pangeran Cilik akan kukatakan bahwa ia berhak hidup dalam dunianya yang damai dan penuh dengan makna. Tetaplah berjiwa murni seperti anak-anak meski kamu telah tumbuh dewasa.

"Bila kamu memandangi langit pada malam hari, karena aku tinggal di salah satunya, maka bagimu seolah-olah semua bintang tertawa. Kamu seorang akan mempunyai bintang-bintang yang pandai tertawa!"

Pet Peeves

Minggu, 25 November 2018


Awalnya aku kira "Pet Peeves" artinya peliharaan yang disukai karena ada kata Pet. Menurut Urban Dictionary, 
Something that is maybe a bit annoying to most people but is very annoying or upsetting to a particular person. Related to word Peeve meaning an annoyance or grievance, a pet peeve is something that a person has adopted (like a pet) to be extra annoying or upsetting to them. Like a pet, they pay a lot attention to this peeve and may talk about it a lot and share funny pictures of it on the internet 
Pet Peeves ini ternyata merujuk pada hal yang mungkin bagi beberapa orang hanya sampai tingkat menyebalkan tapi bagi yang lainnya sampai tingkat sangat menyebalkan. Ada beberapa hal bagiku pribadi yang sangat menyebalkan untuk didengar atau dilakukan. Kalau sampai terjadi membuat auto-drop pada mood. Hal yang paling menyebalkan adalah saat seseorang mengatakan "When I was..." Seringkali orang-orang yang mengatakan "Saat dulu aku..." lupa bahwa orang yang ia ceritakan mungkin tak memiliki hal yang sama dengan yang ia alami. Contohnya, saat seseorang curhat padamu mengenai putus dengan pacarnya, adalah hal yang menyebalkan saat kamu justru menjawab dengan pengalamanmu dulu saat patah hati. Tidak ada rasa yang sama bagi orang lain, karena hati setiap orang beda. Contoh lain, saat seorang senior menceritakan pengalaman suksesnya berkali-kali pada seorang junior dengan tendensi menarik minat si junior. Rasanya hal tersebut sangat menyebalkan bagi junior yang awalnya mendambakan kesuksesan seperti si senior. Karena kesuksesan senior jadi ajang mencari perhatian junior.
Hal menyebalkan lainnya saat orang berkomentar mengenai hobimu jalan-jalan menghabiskan banyak uang. Menurutku banyak orang yang tidak mengerti perjuangan untuk membuat hobi itu hidup. Ada berapa waktu yang ia korbankan untuk kerja lembur agar bisa membeli tiket ke Turki. Ada berapa banyak rasa menahan membeli barang-barang yang ia sukai demi biaya mengurus visa. Semua yang ia lakukan agar mimpi dan hobinya aka kesenangannya terwujud. Jikalau ada orang yang berkomentar dengan mengatakan hanya membuang-buang uang dengan berjalan, bisa dibayangkan bagaimana rasa kecewanya atas segala usaha yang ia lakukan meskipun usaha tersebut bukan untuk mendapat sanjungan dari orang. Ada waktunya saat memahami hanya dapat dilakukan dengan diam.
Menerobos antrian adalah hal menyebalkan ketiga. Saat terburu-buru mau membayar di kasir hingga menyebabkan kamu menerobos antrian tanpa meminta ijin adalah bukan sebuah alasan. Atau kamu menerobos kakek-kakek di antrian busway karena ia berjalan lambat juga bukan sebuah alasan untuk being ignorant

Rasanya aku masih butuh memahami seseorang dengan bersikap terbuka namun bukan berarti menjadi lupa akan manner

Aku Kata Orang

Sabtu, 24 November 2018


Source: Canva
Source Image:  Canva


Suatu hari gebetanku bilang, "Hebat kamu suka jalan-jalan sendiri". Saat itu aku sempat terdiam sekejap, sebelum membalas pertanyaannya. Masalahnya, otakku tidak bisa mencerna kata hebat dan jalan sendiri. Ibaratnya komputer pentium empat sedang diinstall Corel Draw, nge-hang dulu sebelum bisa masuk ke mode install. Aku heran sebenarnya dengan pernyataan tersebut, apa hebatnya sebenarnya jalan-jalan sendiri. Aku pribadi menganggap jalan-jalan memang kadang butuh privasi makanya suka banget jalan sendiri. Satu hal yang aku sukai dengan jalan sendiri adalah kebebeasan bersikap menjadi seutuhnya diri sendiri. Sebenarnya tak ada masalah dengan jalan bersama teman atau keluarga, hanya saja kadang beberapa hal itu nyaman dilakukan sendiri. Salah satu contoh adalah hobiku yang ngusap-ngusap tembok bangunan lama, kalau hal ini dilakukan di depan teman atau keluarga mungkin bisa bikin malu mereka. Tapi jikalau jalan sendiri, aku berhak malu untuk diriku sendiri. 
Pernyataan si gebetanku ini bukan pertama kalinya terdengar, beberapa temanku juga bilang hal serupa jika aku bepergian sendiri. Semisal saat nonton di bioskop sendiri atau sebatas nongkrong sendiri di kafe. Kesendirian bagi seseorang mungkin bukan hal yang biasa. Tapi bagiku sendiri tidak ada yang aneh dan hebat mengenai sendiri mungkin seperti kata lagu Kuntoaji yang Terlalu Lama Sendiri. Jangka waktu yang lama dalam fase sendiri membuatku merasa nyaman saja dengan berjalan sendiri. Kenyamanan dalam sendiri juga tak membuatku lupa dengan ramai. Aku masih menyempatkan memiliki keramaian dengan teman dan keluarga. Ada juga yang meributkan kesendirian ini karena khawatir akan masalah keselamatan. Sebetulnya bukan aku tak takut jalan sendiri, apalagi jalan di negeri orang dan banyaknya pemberitaan terkait tindakan tak menyenangkan bagi perempuan. Aku juga takut. Tapi hei, rasanya aku sudah lama menampung takut yang membuatku menyesal tidak mencoba. Hal yang perlu diwaspadai saat berjalan sendiri tentu banyak dan hal itu tak harus mengurangi rasa penasaranmu untuk jalan sendiri. Doa yang terbaik juga jadi pelindung. Biasanya hal ini dicegah juga dengan selalu mencoba berjalan di tempat ramai, memiliki alat perlindungan diri, juga selalu menyimpan nomor darurat. 

Semoga sih gebetanku mengerti, kalau aku sudah lama jalan sendiri, mungkin dia mau menemani? 

Sepuluh Makna Sederhana untuk Bahagia

Sabtu, 17 November 2018


Source: Canva



Aang bilang menulis adalah bentuk terapi menghindari sakit jiwa dan stres. Aku setuju dengan pemikirannya Aang, kayaknya kami butuh pelepas stres yang harganya murah dan tidak perlu sampai berpindah tempat apalagi berujung pada ngemil yang nggak karuan. Jadi,di sinilah aku mulai menulis kembali, guna menghindari konslet berkelanjutan. Jika orang bertanya padaku, apa sih yang harusnya bikin bahagia orang? Jawabannya sederhana: masih hidup. Sebab kalau mati, nggak mungkin bisa ngerasain perasaan fana macam bahagia. Katanya sih gitu. 
Beda hal jika ditanya, sebutkan 10 hal yang membuatmu bahagia! Kalau ini sih pakai mikir keras, karena susahnya menyebutkan satu-persatu saking banyaknya. Tapi aku sudah janji sama Aang mau menyebutkan hal-hal yang membuatku bahagia. Jadi begini daftarnya:

1. Kopi
Kopi nggak pernah membuatku nggak bahagia, bahkan walaupun berujung muntah-muntah karena kafein nyerang ulu hati, nggak masalah buatku. Tentunya juga nggak bikin kapok untuk minum lagi besoknya

2. Jerawat Meletus
Betapa bahagianya ketika jerawat di wajah itu kempes alias meletus. Aku suka stres lihat jerawat di jidat, bukan kenapa itu kalau mau sujud suka sakit. Katanya sih jerawat itu akibat stres, tapi kalau lihat jerawat juga bikin stres. Jadi mana dahulu, stres bikin muncul jerawat atau jerawat bikin stres?

3. Jalan bareng temen yang klop
Orang bilang, bukan kemana perginya kamu yang menentukan kamu bisa bahagia dalam jalan-jalan, tapi sama siapa kamu pergi dalam jalan-jalan itu. Di beberapa hal, aku setuju dengan kata-kata ini. Teman yang klop saat perjalanan itu amat sangat diperlukan untukmengindari cek-cok yang berkepanjangan. Masalahnya kadang walaupun klop sih tetep aja cek-cok sedikit, hanya saja karena klop juga jadi nggak masalah kami saling ribut dan dua menit kemudian sudah ngakak bareng lagi sambil jalan

4. Makan Kimchijiggae
Seperti kopi yang nggak pernah mengecewakan, Kimchijiggae juga tidak pernah mengecewakan. Saat mood turun drastis, satu hal yang sering kulakukan adalah pergi ke kedai makanan korea cuman buat pesan Kimchijiggae.

5. Membuat Rencana
Kubeberkan satu hal yang kulakukan setiap pergi jalan, membeli buku planner. Iya itu buku yang bisa dibuat untuk bikin rencana dan jurnal. Aku tuh suka banget bikin jadwal, hari ini bikin ini, besok hari mau gini. Bulan depan pun sudah kubuat jadwalnya. Wah, kamu hidupnya terplanning ya? Kagak ada, aku masih impulsif, kan yang kusukai membuat rencana bukan melaksanakan rencana. Aku tuh suka lihat buku penuh dengan rencana.

6. Pulang Kampung
Aku sih malas pulang kampung karena tiap ditanya sama aja kayak pertanyaan mamak mamak buat anaknya umur 25 lebih masih belum menikah. Tapi ya nggak kupungkiri, tiap balik itu selalu bikin bahagia dan aman.

7. Menamatkan Buku
Satu hal yang aku sukai adalah keberhasilan diriku ini menamatkan sebuah buku. For your information, Tsundoku yang kumiliki parah banget nih. Jadi kalau aku mampu menamatkan beberapa buku dari timbunan itu rasanya bahagia banget

8. Menonton Drama
Menonton drama yang cocok juga bikin bahagia. Oh kulupa beritahu kamu, aku punya impian sekolah di perfilman, hanya saja kayaknya nih mimpi di malam hari yang sulit dibangunkan di siang hari.

9. Beli Sepatu Baru
Sepatu baru itu ya baunya baru. Dipakainya senang. 

10. Memotret
Ini satu hal yang bikin aku juga bahagia buat melakukannya tanpa paksaan. Setiap memotret apa pun itu nggak ada pressure untuk membuatnya layak mendapatkan ribuan like. AKu hanya butuh mencetak masa dalam sebuah potret.