Aku Kata Orang

Sabtu, 24 November 2018


Source: Canva
Source Image:  Canva


Suatu hari gebetanku bilang, "Hebat kamu suka jalan-jalan sendiri". Saat itu aku sempat terdiam sekejap, sebelum membalas pertanyaannya. Masalahnya, otakku tidak bisa mencerna kata hebat dan jalan sendiri. Ibaratnya komputer pentium empat sedang diinstall Corel Draw, nge-hang dulu sebelum bisa masuk ke mode install. Aku heran sebenarnya dengan pernyataan tersebut, apa hebatnya sebenarnya jalan-jalan sendiri. Aku pribadi menganggap jalan-jalan memang kadang butuh privasi makanya suka banget jalan sendiri. Satu hal yang aku sukai dengan jalan sendiri adalah kebebeasan bersikap menjadi seutuhnya diri sendiri. Sebenarnya tak ada masalah dengan jalan bersama teman atau keluarga, hanya saja kadang beberapa hal itu nyaman dilakukan sendiri. Salah satu contoh adalah hobiku yang ngusap-ngusap tembok bangunan lama, kalau hal ini dilakukan di depan teman atau keluarga mungkin bisa bikin malu mereka. Tapi jikalau jalan sendiri, aku berhak malu untuk diriku sendiri. 
Pernyataan si gebetanku ini bukan pertama kalinya terdengar, beberapa temanku juga bilang hal serupa jika aku bepergian sendiri. Semisal saat nonton di bioskop sendiri atau sebatas nongkrong sendiri di kafe. Kesendirian bagi seseorang mungkin bukan hal yang biasa. Tapi bagiku sendiri tidak ada yang aneh dan hebat mengenai sendiri mungkin seperti kata lagu Kuntoaji yang Terlalu Lama Sendiri. Jangka waktu yang lama dalam fase sendiri membuatku merasa nyaman saja dengan berjalan sendiri. Kenyamanan dalam sendiri juga tak membuatku lupa dengan ramai. Aku masih menyempatkan memiliki keramaian dengan teman dan keluarga. Ada juga yang meributkan kesendirian ini karena khawatir akan masalah keselamatan. Sebetulnya bukan aku tak takut jalan sendiri, apalagi jalan di negeri orang dan banyaknya pemberitaan terkait tindakan tak menyenangkan bagi perempuan. Aku juga takut. Tapi hei, rasanya aku sudah lama menampung takut yang membuatku menyesal tidak mencoba. Hal yang perlu diwaspadai saat berjalan sendiri tentu banyak dan hal itu tak harus mengurangi rasa penasaranmu untuk jalan sendiri. Doa yang terbaik juga jadi pelindung. Biasanya hal ini dicegah juga dengan selalu mencoba berjalan di tempat ramai, memiliki alat perlindungan diri, juga selalu menyimpan nomor darurat. 

Semoga sih gebetanku mengerti, kalau aku sudah lama jalan sendiri, mungkin dia mau menemani? 

2 komentar