Jika Saya Bertemu Pangeran Cilik

Selasa, 27 November 2018

Source: Canva



Don't judge a book by its cover or maybe don't judge a book by its genre. Saya menyukai buku-buku percintaan atau romance, kadang saya membaca buku fantasi, dan seringnya membeli buku-buku sastra yang tak sanggup saya habiskan dalam sekali duduk. Jarang sekali saya membaca buku anak-anak, sekalinya membaca buku anak-anak selalu memberi kesan yang menggugah. Beberapa tahun ke belakang, pernah ada buku favorit tentang seorang boneka kelinci dari porcelain yang dibuang pemiliknya dan memulai perjalanannya memahami cinta, kesedihan, dan kehilangan. Pada akhirnya si kelinci menjumpai cintanya setelah berpetualang jauh dan bertahun-tahun.The Miraculous Journey of Edward Tulane.  Kisahnya sederhana tapi benar-benar bermakna. Satu hal yang umumnya selalu ada dalam buku anak-anak adalah petualangan. Dan kisah mereka tak pernah lekang oleh waktu, menembus berbagai lapisan usia. Ada saja satu-dua dan banyak kisah yang dapat dinikmati dari mereka. Anak-anak. Begitu pun di buku Pangeran Cilik karya Anoine De Saint-Exupery.

Aku yang terdampar di sebuah gurun dengan pesawat yang rusak, kembali mengingat masa kecilnya yang senang menggambar dan mungkin bisa memiliki karir sebagai pelukis andai saja para orang dewasa melihat gambar dari kaca mata Aku yang berumur enam tahun.
Orang dewasa memberi aku nasihat agar mengesampingkan gambar ular sanca dan terbuka atau tertutup, dan lebih memperhatikan ilmu bumi, sejarah, ilmu hitung, dan tata bahasa. Demikianlah, pada umur enam tahun, aku meninggalkan sebuah karier cemerlang sebagai penulis.
Satu hal yang anak-anak pahami dari orang dewasa,
Orang dewasa tidak pernah mengerti apa-apa sendiri, maka sungguh menjemukan bagi anak-anak, perlu memberi penjelasan terus-menerus.

Saat saya membaca buku ini, saya merasa Pangeran Cilik memiliki lebih pengalaman dibandingkan saya. Dengan pertanyaan lugunya dan kalimat-kalimat sederhana yang ia ucapkan seringnya membuat saya sadar telah kehilangan apa saya selama ini. Berkaca pada Pangeran Cilik si anak kecil yang memahami ornag-orang dewasa adakalanya saya butuh merenung untuk paham bahwa ada hal-hal yang baiknya tak dilepaskan karena saya tumbuh dewasa. Tumbuh dewasa bukan berarti menghilangkan niat baik untuk berubah ke arah lebih baik.

Jika saja aku bertemu Pangeran Cilik akan kukatakan bahwa ia berhak hidup dalam dunianya yang damai dan penuh dengan makna. Tetaplah berjiwa murni seperti anak-anak meski kamu telah tumbuh dewasa.

"Bila kamu memandangi langit pada malam hari, karena aku tinggal di salah satunya, maka bagimu seolah-olah semua bintang tertawa. Kamu seorang akan mempunyai bintang-bintang yang pandai tertawa!"

Posting Komentar