Aku (Sangat) Ingin Begini, Aku (Sangat) Ingin Begitu

Minggu, 09 Desember 2018

Source: Canva



Baiknya diabaikanlah judul di atas, karena sesungguhnya tema tulisan ini mengangkat hal yang paling kuat kamu rasakan. Sama halnya seperti si Aang, yang ndak paham maksudnya tema ini, kalau versi saya, saya akan mencoba menulis hal-hal yang disadari ada pada diri dan hal itu kuat banget sampai membuat sebal. Jadi hal itu adalah,

Sesuatu mesti pada tempatnya

Saya tidak tahu apakah yang perasaan terhadap "sesuatu mesti pada tempatnya" itu menujukkan bahwa kecenderungan mengidap Obsessive Compulsive Disorder atau bukan (karena kata dokter yang saya ikuti cuitannya, kita tidak boleh mendiagnosa diri sendiri). Saya akan marah atau kesal saat suatu acara yang sudah  direncanakan jauh-jauh hari gagal tercapai. Saya juga marah dan kesal pada mereka yang menyimpan sepatu di sembarang tempat, padahal sudah ada raknya. Satu hari yang lain, saya membenci barang-barang berserakan yang dikeluarkan dari tas, padahal saya sendiri yang membuatnya berantakan. 
Sejujurnya saya bukan orang yang sangat rapih atau terencana (by the way bahasan kesenangan membuat rencana tapi tidak selalu terlaksana ada di sini), tapi ada hal-hal yang sangat menyebalkan kalau nggak rapih atau terencana. Sangat ingin rapih tapi nggak bisa rapih, sangat ingin terencana tapi nggak bisa selalu mengikuti rencana. Katanya, manusia memang tidak ada puasnya. Sama halnya dengan sifat yang satu ini. Apakah terdengar serius, kawan? Sesungguhnya tidak sebegitu menakutkan sifat ini, kadang saya sangat easy going dengan rencana-rencana dadakan. Seringnya juga impulsif mengambil rencana. 
Berbicara OCD, Baru-baru ini saya berhasil menamatkan komik yang menjabarkan metode Konmari, The Life-Changing Manga of Tidying Up. Saya malas membaca bukunya meski punya, alhasil komiknya yang berhasil ditamatkan. Komik ini mungkin versi pendek bergambar dari metode bebersih yang Marie Kondo ajarkan. Ada ilustrasi tentang cara melipat baju sampai menyimpan uang koin agar rapih. Satu hal bagi kamu yang mau menganut metode ini pertama kali, "Kamu harus tega buang barang yang kamu kira sukai-butuh-akan pakai." Marie Kondo bilang, kalau barang-barang yang sudah tidak bawa kebahagian buat kamu atau bahkan kamu lupa mempunyai barang itu, ngapain disimpen sih? Sama halnya kayak mantan, kan? 
Setelah membaca komik ini sempat saya berpikir, kok ini buku ngajarin OCD? Karena Konmari mengajarkan untuk selalu menyimpan sesuatu itu pada tempatnya, juga baiknya selalu disediakan tempat untuk meyimpan barang secara kategori. Contohnya, Konmari mengajarkan jika menata baju yang digantung di lemari itu sesuai panjang. Baju digantung dari yang paling panjang di belakang sampai paling pendek di depan, dengan warna tergelap di belakang, hingga warna paling cerah di depanKan OCD menurut dangkalnya begitu. Sesuatu mesti pada tempatnya. Padahal OCD masuknya disorder alias gangguan. Pemahaman dangkal saya hanya sampai situ, tapi anyway terlepas makna dangkal OCD, metode Konmari sedikit banyak membantu kekesalan saya dengan barang-barang berserakan.

Menurut kamu, OCD itu baik nggak sih?

Posting Komentar