Mereka Berkata Padaku

Minggu, 09 Desember 2018

Source: Canva



Saya memang pelupa dan tidak selalu ingat apa yang orang-orang katakan kepada saya. Pun saya tak ingat kutipan-kutipan yang orang bijak terdahulu tuliskan. Kadang hanya mengingat ucapannya tanpa tahu siapa yang mengucapkan kalimat itu. Dahulu ada seorang teman yang seringkali menuliskan semua kutipan dari buku atau pun brosur yang ia baca. Mungkin menghindari hal seperti yang saya punya, lupa. Sebaiknya jika kamu mau terhindar lupa, mulailah sering menulis. Kata-kata bijak kayaknya tidak selalu keluar dari orang bijak, dari siapa pun akan ada kata bijak yang bisa mereka ucapkan. Namun, harus sampai pada predikat orang bijak (mungkin?) untuk diakui sebagai pencetus kata bijak tersebut, jadi begini kata-kata bijak dari berbagai sumber itu:

Setelah ada kesusahan pasti ada kemudahan

Kalimat ini jelas bukan saya dapatkan dari seseorang, tapi termaktub sendiri dalam surat Al-Insyiroh. Jikalau mendengar kalimat ini saat diri sedang ingin menyerah, rasanya ada seutas tambang yang bisa dipakai untuk bergantung. Entah kapan waktunya, tapi bahagia itu akan datang sesudah kesusahannya. Konon jika kamu tak bisa menemukan bahagianya, mungkin kamu salah menafsirkan kesusahannya.

Always go with the choice that scares you the most, because that's the one that is going to help you grow - Caroline Myss

Saya menemukan kata-kata di atas di platform Pinterest secara tidak sengaja. Saat itu kalimat itu seolah menjadi pacuan untuk selalu memilih hal yang menakutkan ketika dihadapkan untuk memilih. Karena katanya, kalau mau tumbuh ke atas dan bukan ke samping kita harus mau overcome those scary things. Saya tidak pernah membaca buku Caroline Myss, tapi hanya menyukai kalimat di atas karena tak lekang untuk diterapkan. Namun, tumbuh kan yan mesti dibimbing nggak mungkin sembarangan tumbuh. Tidak sembarangan hal menakutkan yang mesti dilakukan, intinya berpikirlah rasional. Begitu.

Bertemanlah dengan tukang minyak wangi, biar ikut wangi.

Dahulu saat saya masih berkuliah di suatu tempat, dosen saya menyandingkan saya berkelompok dengan seorang teman yang terkenal bolos dalam mengerjakan tugas kelompok. Kelompok kami saat itu was-was, bagaimana kami bisa menyelesaikan tugas akhir kelompok dengan kondisi tidak full team. Tapi salah seorang teman saya mengingatkan "kayaknya", kalau saya mestinya beteman dengan tukang minyak wangi biar ikut wangi. Mungkin maksudnya saya dapat teman tak wangi di tim. Hal ini justru bikin saya dongkol, saya tidak menganut paham pilih teman. Setiap orang berhak berteman meski dia "bau" kata orang. Akhirnya saya nyeletuk, ya kalau kamu ndak bisa temenan sama temen yang wangi, minimal kamu juga gak bau biar nggak nambah bau lingkunganmu. 

Kata-kata bijak itu masih banyak, nanti saya coba pikirkan lagi kalau sedang mengalami hal yang relevan dengan kata-kata itu ya.


Posting Komentar