Maret Di Sini!

Rabu, 06 Maret 2019

Pict from Pexels

Ini bulan ketiga di 2019, tapi rasa-rasanya masih sama seperti bulan November atau Desember di 2018. Tidak ada perubahan yang sesignifikan itu. Ngomong-ngomong, apa yang selalu  dibuat di tahun baru adalah membuat resolusi. Menyenangkan sebenarnya membuat resolusi-resolusi yang meningkatkan semangat diri untuk terus maju. Hanya saja makin ke sini, aku menyadari bahwa resolusi baiknya realistis. Resolusi baiknya tidak muluk-muluk. Belajar dari tahun-tahun awal menapaki masa dewasa, ternyata ada hal-hal yang tidak akan bisa terjadi tanpa ada rencana dan komitmen. Itu mengapa, sekadar resolusi yang tercetus sesaat tanpa ada kejelasan rencana kadang hanya pembicaraan lalu.

Rencana
Ibaratnya mau bepergian jauh, tapi nggak bawa bekal. Alhasil di tengah jalan kelaparan. Kurang lebih begitu analogi untuk memahami resolusi tanpa rencana. Tahun ini aku mau nikah, begitu bunyi resolusinya. Tapi sudahkah kamu mempunyai persiapan dan rencana apa saja untuk mewujudkan pernikahan tersebut? Rencana keuangan, musyawarah keluarga, pemahaman sosok pasangan, pemahaman konsekuensi menikah, pemahaman arti berkeluarga, dan banyak hal lainnya yang baiknya direncanakan. Dahulu, aku tipe orang yang easy going dan impulsif melakukan apa pun. Walaupun ya kadang masih juga seperti itu. Namun beberapa tahun ini aku menyadari, dua sifat tersebut yang kadang menyusahkan. Katakan, tahun ini aku ingin pergi ke Thailand. Namun, aku selalu bilang, oke nanti saja pesan tiketnya. Oke nanti saja persiapannya. Oke nanti saja kalau ada rejeki. Alasan-alasan yang membuat resolusi atau keinginan itu akan sulit tercapai tanpa merepotkan kamu di kemudian hari. Karena pergi berjalan mesti ada bekal, baik hati maupun materi. Belum lagi ketersediaan cuti dan jadwal kerja. 
Memang benar, adakalanya hidup mesti mengikuti arus aja kayak air. Namun, untuk beberapa hal yang krusial atau menurutmu krusial yang akan memberikan efek kesusahan di kemudian hari, baiknya segala hal tersebut punya rencana. Tak usah ribet dengan step by step terperinci jika belum mampu, cukup dengan membuat planning secara garis besar. Setidaknya itu akan membantu dalam hal apa selanjutnya yang mesti dikerjakan untuk memenuhi resolusi.

Komitmen
Hal kedua yang terpenting itu, ya komitmen. Rencana sih sudah ada tapi kalau nggak ada komitmen buat mengerjakannya percuma juga semuanya. Ada baiknya membuat resolusi itu yang bukan karena paksaan atau memang lagi tren. Buatlah resolusi yang menyenangkan dan berguna bagi hidup, agar ketika menjalankan rencananya tidak terbebani karena merasa malas. Komitmen bagi beberapa orang adalah hal mudah, namun bagi beberapa orang lain komitmen membutuhkan tenaga ekstra untuk dicapai. Kalau sedari awal ditancapkan bahwa resolusi itu hal yang menyenangkan, seharusnya komitmen itu mudah. 

Terakhir,

Tak kalah penting dari dua hal lainnya adalah doa dan harapan. Aku nggak penah tahu kenapa doa dan harapan itu disepelekan, sebab menurutku terkadang ketika ada di titik blunder dan terbawah justru dua hal ini yang membuat kembali bangkit. Jadi, jangan lupakan juga dua hal ini. 

Bagimu yang membuat resolusi tahun baru, jalanilah dengan ikhlas, terencana, dan berkomitmen. 


Bandung, 6 Maret 2019

Kosan Aang Suhu 20 degC

Posting Komentar