Belajar Ngopi: Alat Tempur Dasar Penyeduh Kopi Rumahan

Kamis, 12 November 2020

 
Source: Canva


Akhir-akhir ini kedai kopi menjamur di berbagai daerah yang menawarkan berbagai konsep. Mulai dari kedai kopi dengan nuansa desa hingga kedai kopi dengan konsep minimalis. Pun menu yang ditawarkan berbagai macam, ada yang hanya menawarkan kopi saja, ada yang juga menawarkan jenis minuman lain selain kopi juga disertai kudapan-kudapan yang menarik. Kopi lagi naik daun. Kopi jadi minuman sejuta umat, ada tukang ngopi sejati (konon katanya cuman minum kopi pahit) dan tukang ngopi kekinian (istilahnya sih buat yang minum kopi campur susu dan gula aren. Bukan kata saya ya). Padahal ngopi ya gitu-gitu aja, yang diminum ada senyawa kafein. Ya, bagaimanapun kopi tetap jadi pilihan orang buat diminum di kala ngantuk di pagi hari atau mau begadang di malam hari. Seiring dengan popularitas ngopi yang naik, tak sedikit orang yang juga mulai ingin membuat kopi sendiri. Mulai dari alasan "beli kopi di luar kan mahal!" sampai dengan karena ingin menyeduh dengan preferensi sendiri. Ya apalah alasannya itu, yang jelas menyeduh kopi sendiri memang kegiatan yang mengasyikan lho!


Saat menengok kembali daftar draft di blog, ada salah satu kategori yang sudah lama disiapkan dan ingin dibuat postingan. Kategori yang judulnya Belajar Ngopi. Belajar Ngopi dimaksudkan membahas dan mengenal kopi dari sudut home brewer (penyeduh kopi rumahan) amatir a.k.a saya. Hal yang ingin disampaikain adalah mengenai berbagi pengalaman saya menjadi home brewer. Mulai dari belajar menyeduh kopi hingga belajar mengenai cupping notes dalam kopi. Tak banyak yang saya pelajari, tapi saya akan mencoba berbagi beberapa hal yang biasanya membuat bingung bagi pemula untuk memulai ritual menyeduh kopi mereka sendiri di rumah. Jadi kamu mau membuat kopi ala kafe di rumah, apa yang harus disiapkan?


1. Biji Kopi

Pertama kali hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk menyeduh kopi di rumah adalah menentukan penggunaan jenis kopi. Jenis kopi yang dimaksud adalah biji kopi. Kopi dalam bentuk biji (beans) dipilih bukan karena gegayaan, tapi alasannya karena masalah kesegaran. Dalam bentuk biji, kopi bisa mempertahankan kualitas rasa. Lain halnya, jika kopi sudah dalam bentuk bubuk. Kopi akan mengalami paparan terhadap oksigen yang cukup besar dibandingkan saat dia dalam bentuk biji, ya seperti buah-buahan yang teroksidasi ketika bertemu udara. Sebenarnya, dalam bentuk biji pun tetap terpapar oksigen dan kemungkinan oksidasi juga terjadi. Hanya saja, mungkin lebih sedikit bila merujuk pada hukum reaksi dengan dasar luas permukaan. Jadi, kalau semisal ingin meyeduh kopi dengan rasa kopi yang segar, mulailah dengan biji kopi (Tapi ya nduk, nggak saklek-saklek amat, kamu masih bisa beli kopi sudah digiling!)
Kopi secara garis besar terdapat dua jenis, satu jenis arabika dan lain jenis robusta. Arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan robusta. Jika saya ditanya, akan memilih jenis kopi mana, tentu saja saya suka kopi arabika. Selain bersahabat dengan perut yang punya maag (kalau ini kata saya!), tapi juga karena banyak banget jenisnya.
Perihal roasting kopi, hal ini juga berpengaruh terhadap rasa kopi yang dibuat. Ada tiga pilihan umum tipikal roasted beans: light roast, medium roast, dan dark roast. Sesuai dengan yang kamu duga, dari light hingga dark roast akan menghasilkan kopi dengan rasa yang semakin kental. Umumnya yang sering digunakan di kafe-kafe itu medium roast.  

2. Timbangan
Menyeduh kopi sebenarnya bukan perkara ribet kalau yang kamu mau ya yang nggak ribet, tapi kalau berbicara "mau bikin kopi ala kafe" tentu butuh parameter berat kopi sebagai takaran yang sesuai standar kafe. Maka, timbangan jadi alat tempur selanjutnya untuk menyeduh kopi di rumah. Umumnya rasio yang dipakai adalah 1:15 alias 1 bagian kopi dan 15 bagian air. Semisal akan membuat 225 mL kopi, maka dibutuhkan kopi sebanyak 15 gram. Sebagai pemula, tentu saja mencoba adalah jalan ninja. Rasio kopi tergantung dari keinginan masing-masing. Jika ingin membuat kopi yang lebih kental bisa saja dengan rasi 1:20, tidak ada patokan. Sesukamulah!


3. Grinder
Karena memilih biji kopi, dibutuhkan suatu alat untuk menghaluskannya. Grinder namanya. Bagi penyeduh kopi rumahan dengan demand kopi hanya dia seorang atau berdua dengan orang rumah, manual/ hand grinder cukup. Adapun electric grinder macam-macam di kafe itu, tidak untuk dibeli ketika masih mencoba menyeduh kopi di rumah. Electric grinder mungkin dibutuhkan, saat yang ngopi di rumah termasuk nenek, kakek, om, tante, mbah uti, ibu, bapak, keponakan, dan gebetan. Karena kalau kamu keukeuh pakai hand grinder untuk membuat kopi buat mereka, nanti tangan kamu lelah. Jenis-jenis manual grinder juga banyak tergantung budget dan kebutuhan. Ukuran gilingan berpengaruh terhadapa hasil ekstrak kopi. Jika pertama kali membuat kopi bisa dengan alat seduh ala kafe ini, medium fine atau medium coarse dapat dicoba. 

4. Alat Seduh
Teknik menyeduh kopi tentu saja banyak. Namun bagi pemula, mulailah membuat kopi dengan metode manual, secara spesifik bisa dipilih antara metode french press atau pour over (drip). Kedua metode ini memiliki kelebihan, selain harga alatnya yang murah, keduanya bisa menjadi dasar buat ngotak-ngatik kopi sesuai keinginan. French press secara garis besar adalah metode menyeduh kopi dengan menekan ampas kopi agar terpisah dengan cairan ekstraknya. Ya, biar nggak kopi tubruk banget. Tapi tentu saja ukuran kopi giling dari french press berbeda dengan kopi tubruk. 
Pour over adalah metode menyeduh kopi dengan menuangkan air di atas kopi (pour) dan ekstrak kopi akan terpisah dari ampas kopinya melalui (biasanya) kertas saring (drip). V60 adalah metode yang populer dan cocok bagi level entry home brewer. Alat yang dibutuhkan untuk menyeduh kopi dengan metode ini adalah drip V60 dan kertas saring.

5. Teko Berisi Air Panas
Tentu kamu gak bisa menyeduh kopi jika kamu tidak memiliki air panas. Masalah kamu mau memakai teko atau nggak sih tergantung kebutuhan. Jika menggunakan metode french press, menuangkan air dari gelas yang berisi air panas juga tak masalah. Namun jika V60 yang dipilih, dibutuhkan teko untuk menuangkan air untuk mengekstrak kopi. Konon ini demi sebuah konsistensi. Yang jelas, kopi tak bisa diminum tanpa diseduh air panas.

6. Dan lainnya,
Berbicara kopi ala kafe, kita akan bereksplorasi dengan berbagai parameter dan istilah. Tapi bagi home brewer level entry, ya sudah sih seduh saja dahulu dengan cara yang paling gampang untuk diikuti. Lain hari, kita akan mempertimbangkan parameter lain. See you!